Sabtu, 23 Juli 2016

Puisi Singkat atas Kehidupan




Entah apa ini bisa disebut puisi, tetapi terkadang ada tulisan yang super singkat yang bisa menggambarkan bahwa itu puisi. Lalu puisi itu seperti apa sebenarnya? Aku pun tidak memahami dengan sangat tetapi aku menyukai apa yang hendak aku tuliskan. Jadi, aku tuliskan saja tanpa mengetahui teori mengenai puisi, puisi sastra atau puisi kata. Namun bagiku, ini adalah puisi tentang kehidupan. Kehidupan di era masa sekarang yang mungkin saja bisa heboh dan tidak heboh di dunia maya. Bisa saja di like atau tidak di like, semua tergantung selera pemilik sosial media.



Perkataan manis belum tentu indah kenyataan
Rasa suka belum tentu cinta di kemudian hari
Biarlah waktu yang menjawab semua galau
Tanpa perlu dipikir terlalu dalam...


Hidup ini ibarat buku kosong di tiap lembar
Kamu sendiri yang menuliskan kisahnya
Ingin dibawa kemana arah hidupmu
Hanya kamu yang mengetahui dengan pasti


Pencarian sensasi di sosial media menjadi trend
Entah itu dengan cara yang salah dan benar
Kemudian terjadi dua kubu pendukung dan pembenci
Lalu saling mencari pembenaran atas tindakan


Dua sisi koin yang tidak pernah bersatu
Begitulah kehidupan dengan perencanaan
Terkadang hanya satu sisi yang menonjol
Manakah sisi yang ingin kamu tampilkan?


Ini rahasia kehidupanku tetapi tanpa sadar
Aku menuliskan dalam status di sosmed
Heboh atas pujian dan cacian atas status hidup
Penyesalan dan kesenagan hanya sesaat saja

Ssstsss aku mengetahui rahasia si A
Ayo cepat tuang dalam sosmed
Biar mereka tahu siapa si A itu sebenarnya
 Padahal tanpa sadar aku menjadi aib bagi diriku

Kenapa kekuatan media itu sangat kuat!
Aku galau karena status orang yang menghinaku
Dengan rasa amarah aku membalasnya di statusku
Jadilah perang status yang berujung pada dunia nyata

--
Catatan Citra Pandiangan:

Kehidupan ini unik yang lebih unik lagi adalah pemilik kehidupan itu sendiri. Dalam sejuta bahkan milyaran manusia di dunia ini tidak sama pemikiran dan pola kehidupan. Semua beranggapan diri mereka adalah yang terbaik dan benar.

Entahlah, apa benar, aku menuliskan ini! Karena kehidupanku juga seperti gelombang di lautan yang terkadang pasang surut. Mengikuti arus atau melawan arus? Sama seperti salah seorang yang tewas mengenaskan di bunuh oleh saudaranya sendiri di Pakistan. Pemberitaan ini memang sudah heboh lama, berhubung beberapa waktu lalu sempat membaca sedikit headline di yahoo. Akhirnya, aku masukan juga gambaran opiniku tentang si gadis pakistan yang menentang arus hingga tanpa sadar bahwa nyawanya terancam oleh orang terdekatnya.

Rahasia kehidupan itu memang pemilik, pembenaran milik semua orang yang merasa dirinya paling benar dalam kehidupannya. Sedangkan yang lain salah! Pola pikir yang salah tetapi masih banyak terjadi, tidak hanya  di Pakistan saja tetapi juga di Indonesia dan bahkan dunia. Kalau sudah begitu, mau seperti apa? Melawan arus atau mengikutin arus? Tapi menurutku yang paling benar adalah jadi diri sendiri tanpa perlu melukain orang lain baik itu di sengaja maupun tidak. Sementara orang lain, janganlah menghakimi dengan pemikiranmu sendiri..... hiduplah sesuai dengan jalan kehidupan yang kamu tuliskan sendiri pada lembaran kosong pada buku kehidupanmu.

Kelak, semua orang akan membaca kisah kehidupanmu dan kemudian menjadi viral di dunia maya. Lol. Namun, pastikan apapun yang kamu tulis atau tuang jangan memberikan dampak buruk bagi kehidupanmu di kemudian hari. Seperti salah satu gadis remaja yang lagi viral dengan kehidupan bebasnya. Tidak bisa mundur tetapi terus maju, namun, pastikan langkahmu tidak terhenti atas pembenaran tindakanmu. Ingat, setiap perkataan dan perbuatan selalu ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh pemilik kehidupan.


Kehidupan di Mulai dari Pemikiranmu
Kemanakah kamu hendak memilih kehidupan
Semua itu hanya kamu yang menentukannya


Salam sehat dan penuh kejutan di bulan Juli ini.



Citra Pandiangan

0 comments:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger